Wisata

Kawah Sikidang Banjarnegara

Kawah Sikidang terletak di desa Bakal Buntu, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dengan udara dingin yang menyejukan ini banyak pengunjung yang berdatangan karena ingin merasakan dinginnya dataran tinggi dieng. Dari kejauhan dapat dilihat adanya asap dan bau belerang yang menyengat. Untuk kalian yang akan berkunjung ada baiknya membawa masker, dan jangan terlalu dekat dengan kawah, karena suhu kawah tersebut sangat tinggi.

 

Lagenda Kawah Sikidang

Nama kawah Sikidang sendiri memiliki sejarah. Menurut Sejarah yang beredar di masyarakat ada seorang Ratu bernama Dewi Shinta. Karena kecantikannya, banyak laki-laki yang ingin menyuntingnya. Salah satunya adalah Raja Kidang Garungan yang memiliki kepala berbentuk kepala Kidang atau rusa dalam bahasa Jawa dan bertubuh manusia.

Ratu Dewi Shinta yang tidak menginginkan Raja Kidang Garungan untuk menjadi pendampingnya, membuat siasat untuk menolak secara halus pinangan Sang Raja. Ratu mengajukan syarat bahwa untuk bisa menikahi Ratu Dewi Shinta, Raja Kidang Garungan harus membuatkan sebuah sumur yang sangat dalam dalam waktu semalam.

Raja Kidang Garunganpun menyanggupi persyaratan yang ditentukan Sang Ratu. Raja Kidang Garungan akhirnya mampu menyelesaikan sumur  dengan tenaganya senidri dalam semalam seperti permintaan Sang Ratu. Ketika Raja Kidang Garungan masih berada di Dalam Sumur tersebut, Ratu Dewi Shinta dan para pengikutnya bergegas mengubur hidup-hidup Sang Raja.

Sang Raja yang merasa tertipu berusaha keluar dari dasar sumur. Raja marah luar biasa, kemarahannya mengakibatkan bumi bergoncang laksana gempa bumi dan mengeluarkan air uap panas yang melompat-lompat seperti Kidang. Raja juga mengutuk keturunan Ratu Dewi Shinta, bahwa akan berambut gimbal semua.

Hingga kini para keturunan Dewi Shinta memiliki rambut yang gimbal. Karena kisah tersebuat sumur yang Raja Kidang Garungan gali diberi nama Kawah Sikidang.

Tiket Masuk

Disekeliling kawah terdapat lubang kecil-kecil yang mengeluarkan uap panas, tempat inilah yang digunakan oleh warga sekitar untuk merebus telur dan dijual kepada para pengunjung sebesar Rp. 5.000,- per biji. Bahkan batu belerang yang diambil dari sekitar kawah ini juga di jual sebagai cindera mata tempat ini. Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 s.d 16.00 WIB, sedangkan tiket masuk untuk pengunjung mancanegara sebesar Rp.15.000.

Objek Kawah Sikidang

Di Kawah Sikidang tidak hanya terdapat sebuah kawah ada, beberapa spot foto yang menarik. Tapi untuk mendapatkan spot foto, pengunjung perlu merogoh saku lagi. Untuk spot bersama brurung hantu pengunjung cukup membayar Rp. 5.000.

Rumah Burung Hantu Kawah Sikidang

Tidak hanya burung hantu, disana terdapat juga rumah rumah kayu yang bagus untuk dijadikan spot foto.

Ada juga spot foto hewan

Karena luasnya Kawah Sikidang ini jadi disana disediakan motor trail untuk berkeliling tanpa harus capek capek jalan kaki. Dengan membayar RP. 10.000 para pengunjung dapat menikmati Kawah Sikidang tanpa harus jalan kaki.

Dari spot spot foto diatas kita perlu berjalan sebentar untuk sampai di Kawah utama, di Kawah tersebut dibatasi oleh pagar agar pengunjung tidak terlalu dekat dengan kawah, karena luapan kawah bisa terjadi kapan saja

Kawah Sikidang

Hal istimewa di Kawah Sikidang Banjarnegara

Keunikan yang dimiliki kawah Sikidang Dieng Banjarnegara adalah lokasinya yang berbeda dengan lokasi kawah gunung aktif yang rata-rata berada di puncak gunung, kawah Sikidang ini lokasinya justru berada di dataran yang cukup datar sehingga memudahkan pengunjung melihat langsung kawah dari jarak dekat pergerakan kuat letupan-letupan lumpur vulkanik disertai bunyi menggelegak dan asap uap putih tebal mengandung belerang mengepul di udara dari permukaan kawah utama dan terkadang berputar mengitari tubuh, tanpa perlu mendaki di ketinggian gunung. Kawah Sikidang merupakan kawah terbesar di Banjarnegara. Bahkan kini Kawah Sikidang telah dikenal oleh negara negara luar, dan banyak turis yang mengunjungi kawah ini karena keunikan kawah dan lagendanya.

Arizqi Febrianti, perempuan kelahiran kota Dawet Ayu, Banjarnegara. Menyukai Perjalanan, Pemandangan, Membaca dan juga Tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *