Buku

Resensi Buku Arah Langkah – Fiersa Besari

Judul Buku                 : Arah Langkah

Penulis                         : Fiersa Besari

Penerbit                       : Media Kita

Tahun Terbit               : 2018

Jumlah Halaman         : 300 halaman

Foto                               : Anisa Andiny, Baduy, Fiersa Besari

Peresensi                     : Arizqi Febrianti

Resensi Buku Arah Langkah - Fiersa Besari

“Mulai sekarang, aku harus mensyukuri realita yang pernah ku miliki, dari pada terus menerus mengejar fiksi yang takkan pernah ku miliki”

Arah Langkah bukan hanya sekadar catatan perjalanan yang melukiskan keindahan alam, budaya, dan manusia lewat teks dan foto. Tetapi juga memberikan cerita lain tentang kondisi negeri yang tidak selalu sebagus yang tertangkap di layar televisi.

Meskipun begitu, semua daerah memang memiliki cerita yang berbeda-beda, namun di dalam perbedaan itu, cinta dan persahabatan selalu bisa ditemukan melalui langkah demi langkah.

“Patah hati” tidak selalu membuat orang untuk bermalas-malasan tinggal dirumah atau kamar sambil mendengarkan lagu yang mewakili perasaannya.

Dengan “patah hati” membuat Fiersa Besari atau yang akrab disapa dengan Bung ini berkeliling Indonesia. Begitulah alasan Bung yang mengelilingi Indonesia dan yang kemudian ditulisnya dalam buku Arah Langkah.

Buku ini merupakan buku ke empat dari Fiersa Besari, setelah buku-buku sebelumnya membuatnya dikenal banyak orang karena karyanya. Adapun buku-buku sebelumnya yakni Garis Waktu, Konspirasi Alam Semesta dan Catatan Juang.

Kesalahan besar yang ditanyakan para orang tua ketika anaknya lulus kuliah adalah, ‘Mau bekerja di mana?’ bukan ‘Mau membuat apa?’”- hal 36

Dalam buku ini bung berkeliling indonesia bersama kedua sahabatanya, yaitu Anisa yang sering disapa prem dan satu sahabatnya lagi yaitu baduy. Cerita dalam buku ini nyata perjelanan fiersa besari dalam menggenggam patah hati.

Buku ini memiliki tiga sub bab, yang ditulis dengan format kamus, seperti :

ARKAIS (n) berhubungan dengan masa dahulu atau berciri kuno, tua.

KAUSA (n) sebab yang menimbulkan suatu kejadian

SWABAKAR (n) kemampuan untuk mengeluarkan api sendiri

“Kita gila ya, bisa berkelana sejauh ini.”

Prem terkekeh. “Berkelana itu engga gila. Yang gila itu kalau kamu di rumah padahal hati memanggil kita untuk berkelana.”- hal 150

Buku ini sangat BAHAYA, karena membuat pembacanya ingin berkelana. Apa lagi bagi kalian yang suka travelling dan backpacker-an. Selain pengalaman berkelana yang ditulis dalam buku ini juga terdapat nilai nilai budaya yang dapat kita dapatkan.

Dari buku ini juga kita perlu belajar, bahwa berkomunikasi sangatlah penting. Komunikais dalam hal ini tidak hanya melulu dengan percakapan, namun bisa menggunakan alat musik. Karena musik adalah bahasa universal yang bisa dinikmati semua orang.

Buku sangat membuka pikiran kita tentang indonesia. Tentang indahnya persahatan, perbedaan, dan juga cinta.

“Yang paling aku senangi dari petualangan adalah: sejauh apapun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah.”-hal 235

Arizqi Febrianti, perempuan kelahiran kota Dawet Ayu, Banjarnegara. Menyukai Perjalanan, Pemandangan, Membaca dan juga Tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *