Wisata

Ujungan, Sebuah Tarian Pemanggil Hujan

Ujungan merupakan ritual meminta hujan yang dilakukan oleh masyarakat Banjarnegara khususnya Gumelem dan sekitarnya ketika musim kemarau panjang. Melalui ritual ini, para lelaki yang terpilih saling memamerkan kekuatan “atosing balung, wuleding kulit” (kerasnya tulang, kuatnya kulit) yang dipadu dengan tindakan estetis atau keindahan. Sekilas tari Ujungan semacam olah raga tradisional yang cukup keras, karena menggunakan sebatang rotan untuk memukul lawannya pada bagian paha ke bawah. Semakin banyak darah yang ke luar dari pemain maka semakin cepat hujan akan turun. Namun dibalik kerasnya pelaksanaaan ritual tersebut, sebenarnya ritual Ujungan memiliki tujuan yang sangat luhur bagi keberlangsungan kehidupan dunia. Karena air adalah sebagai sumber kehidupan. Dalam pementasan karya kali ini, ditampilkan tari Ujungan yang dipadukan dengan tarian Lengger serta batik gumelem untuk meneruskan kebudayaan.

 

Ujungan, Sebuah Tarian Pemanggil Hujan

 

Dengan menggunakan tongkat dari bambu atau rotan sebagai senjata, dua warga Desa Depok, Bawang Banjarnegara beradu saling pukul secara bergantian. Meski bagian tubuh sudah terlihat lebam, namun sabetan demi sabetan tidak akan berhenti selama belum ada yang menyerah. Ini bukan perkelahian antar warga, melainkan tradisi ujungan yang rutin dilakukan warga Depok saat bulan Sura (bulan Jawa). Menurut salah satu pemain walaupun tubuhnya lebam hingga berdarah ia tidak mersakan sakit, ia yakin karena sebelum melalukan tarisan tersebut kedua warga yang sudah didoakan oleh pemangku adat di sekitar.

Nilai Moral yang didapat dari tarian Ujungan :
 1. Nilai sportivitas, pada akhir pertarungan kedua peserta berjabat tangan dan tidak ada dendam diantara peserta.
2. Nilai cinta pada budaya lokal, karena pada dasarnya pelaksanaan ritual pemanggil hujan ini merupakan salah satu bentuk dari pelestarian budaya di Banjarnegara.
3. Nilai pendidiakan, dari tarian Ujungan ini mengajarkan anak anak dan remaja untuk tidak menyalahgunakan bela diri.
4. Nilai silaturahmi, karena rituan ini para warga berkumpul untuk bersama sama menyaksikan tarian tersebut, dan tidak ahanay warga sekitar yang beradatanagn, banyak warga dari luar kota yang juga menyakisakan ritual tersebut.
Ujungan, Sebuah Tarian Pemanggil Hujan
Ritual ini biasanya diadakan setiap tahun, untuk tahun 2018 festival Ujungan dilaksanakan pada 21 – 30 september 2018. Pada tahun ini festival ini dilaksanakan di Lapangan Kemranggon Kec. Susukan Banjarnegara, Jawa Tengah.
Berikut merupakan jadwal untuk acara ini.
  • Jumat, 21 September 2018 => Pembukaan, Ebeg Amplang, Pentas Kesenian Lokal
  • Sabtu, 22 September 2018 => Lomba Mewarnai untuk TK, Ajang Kreativitas Siswa, Pertunjukan Kesenian
  • Minggu, 23 September 2018 => Senam Aerobik, Sepeda Santai, Lomba Kenthongan
  • Senin, 24 September 2018 => Fasion Show Paud dan TK, Ajang Kreativitas Siswa, Pertunjukan Sulap
  • Selasa, 25 September 2018 => Lomba Menggambar SD, Ajang Kreativitas Siswa, Pertunjukan Oldist
  • Rabu, 26 September 2018  => Lukis Batik Terpanjang, Pengambilan air suci Banyu Anget, Pertunjukan Kesenian Aplang
  • Kamis, 27 September 2018 => Ritual Takiran Suran, Ruwat Bumi, Ritual Cowongan, Keroncong Kreatif 
  • Jumat, 28 September 2018 => Pelaksanaan Festival Ujungan, Pemutaran Film
  • Sabtu, 29 September 2018 =>  Lomba Kaligrafi SD, Ajang Kreativitas Siswa, Pagelaran Wayang Kulit
  • Minggu, 30 September 2018  => Lomba Mancing, Lomba nyanyi Solo, Penutup 

 

Arizqi Febrianti, perempuan kelahiran kota Dawet Ayu, Banjarnegara. Menyukai Perjalanan, Pemandangan, Membaca dan juga Tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *