kebakaranh gunung di indonesia

Kebakaran di Kawasan Gunung Pulau Jawa

Seperti yang sudah kita tahu, bahwa Indonesia memiliki banyak gunung dan hutan.

Seperti yang sedang terjadi di Indonesia saat ini, lima gunung di Indonesia terbakar nyaris secara bersamaan.

Foktor yang mempengaruhinya tidak hanya cuaca, namun ada juga yang terjadi akibat ulah manusia. Berikut gunung gunung di indonesia yang terbakar sejak bulan September awal 2018.

1.Kebakaran di Sabana Gunung Bromo

Kebakaran di Sabana Gunung Bromo

Kebakaran ini terjadi pada hari Sabtu, 1 September 2018. Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga kebakarn ini terjadi karena ulah manusia.

Karena titik awal kebaran bukanlah tempat para wisatawan, yakni di blok Pentolan. Diduga kebakaran ini disebabkan oleh masyarakat sekitar yang mencari kayu, mencari bahan bahan untuk obat, kemudian mereka menyalakan api untuk menghangatkan tubuh.

Namun saat pagi hari mereka lupa mematikan api. Tanpa mereka sadari api membesar dan membakar kawasan sabana Gunung Bromo.

TNBTS mengaku sudah berusaha untuk memadamkan api sejkak hari pertama.

Namun karena hembuasan angin yang terlalu kencang dan keadaan tanaman sudah mengering, mengakibatkan api mudah meluas ke segala penjuru sabana Bromo ini.

Untuk saat ini kebakaran sabana ini sudah dapat dipadamakan, diperkirakan 70 hektar lahan terbakar yang rata rata sabana.

Sejak awal TNBTS sudah berusaha agar kobaran api tidak menjalar hingga blok Jemplang. Karena di blok tersebut banyak satwa endemik. TNBTS memblokade agar itu semua tidak terjadi.

Saat ini bukit Teletubis yang merupakan padang sabana di sebelah selatan Gunung Bromo hangus terbakar. Namun diperkirakan dalam waktu seminggu tanaman tersebut dapat tumbuh lagi.

2. Kebakaran di Kawasan lereng Gunung Andong

Kebakaran di Kawasan lereng Gunung Andong

Kebakaran ini terjadi di lereng gunung andong, tepatnya di Dusun sijaran, Desa Pagergunung, Kecamatan Ngablak,Kabupaten Magelang.

Kebakaran terjadi hari Minggu, 9 september 2018. 

5,5 hekter lahan terbakar. Kebakaran diduga disebabkan oleh dedaunan yang dibakar oleh salah satu warga.

Bapak Edi Susanto Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan kebakaran ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Karena pembersihan lahan oleh salah satu warga tersebut, menyebabkan api dapat dengan mudah menyebar ke ranting yang kering. Hingga akhirnya terjadi kobaran api yang luas. Angin yang kencang juga menyebabkan kobaran api semakin merambat ke titik titik tertentu.

Petugas yang mendapatkan laporan langsung menuju ke lokasi untuk memadamamkan api, saat ini keadaan Kawasan Lereng Gunung andong sudah membaik, namun warga masih harus waspada karena dedaunan yang kering dapat menimbulkan nyalanya percikan api.

3. Gunung Lawu terbakar

Gunung Lawu terbakar

Kebakaran Gunung Lawu ini terjadi pada malam suro. Yakni pada malam hari tanggal 10 September 2018.

Kebakaran ini mengakibatkan pendakian di malam suro terganggu. Saat kebakaran terjadi masih ada 100 pendaki yang belum turun.

“Sebagian telah dievakuasi dengan penyisiran di jalur pendakian dan sekitar 100 pendaki berhasil turun dengan selamat. Namun masih ada sekitar 100 pendaki yang belum turun,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputrav di Cemoro Sewu Senin petang (10/9/2018).

Dari 100 pendaki yang belum turun, kata Fery, sangat rawan terjebak asap kebakaran karena lokasinya mendekati jalur pendakian. Upaya penyisiran untuk memerintahkan turun, lanjut Fery masih dilakukan oleh Tim BPBD dan BASARNAS serta dibantu dari anggota Paguyuban Gunung Lawu serta Paguyuban Anak Giri Lawu.

“kurang lebih ada 100 pendaki yang belum turun dan rawan terjebak kebakaran. Tapi kami  telah berupaya semaksimal mungkin untuk evakuasi agar semua dapat diturunkan,” tutur Fery.

Sekitar 200 pendaki sudah terlanjur naik untuk mendaki ke puncak Gunung Lawu yang baru di buka sehari. Saat 200 pendaki tersebut naik, Gunung Lawu kembali terbakar.

Hingga pukul 20.00 WIB tanggal 10 September para calon pendaki tampak terus berdatangan memadati halaman pintu masuk jalur pendakian lewat Cemoro Sewu. Akhirnya Sebagian dari mereka mendirikan tenda untuk bermalam di lokasi camping yang disediakan oleh perhutani.

4.  Kebakaran Di Gunung Sindoro

 Kebakaran Di Gunung Sindoro

 

156 hektar hutan dan lahan terbakar di Gunung Sindoro. 

Jalur pendakian gunung Sindoro ditutup untuk sementara, walaupun kebakaran sudah dapat dipadamkan. Kebakaran ini terjadi pada malam suro tanggal 10 September, bersamaan dengan terbakarnya gunung Lawu.

Humas BNPB menghimbau memalui akun twitternya  untuk meminta para pendaki tidak naik gunung untuk merayakan 1 suro. Karena kebakaran masih dapat terjadi sewaktu waktu.

Berdasarkan surat edaran dari Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Sabtu, 8 September semua jalur pendakian di Gunung Sindoro ditutup. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang lebih parah serta keamanan untuk para pendaki. Dalam surat yang ditujukan ke seluruh pengelola jalur pendakian Gunung Sindoro ini, penutupan itu berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

meski demikian sampai saaat ini kebakaran di Gunung Sindoro belum diketahui apa penyebabnya.

5. Kebakaran Gunung Sumbing Merembet ke Magelang

Kebakaran Gunung Sumbing Merembet ke Magelang

Kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Sumbing tepatnya di  wilayah Kabupaten Temanggung, sempat merembet ke wilayah Kabupaten Magelang dan membakar lahan kurang lebih 5-10 hektar di petak 2 wilayah Magelang.

Kebakaran Tersebut terjadi pada hari Selasa, 11  September 2018.

Saat terjadi kebakaran masih ada 541 pendaki di tiga pos pendakian Kaliangkrik, Magelang. 

Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD)  Mengatakan bahwa kebakaran di gunung Sumbing wilayah Temanggung juga merembet ke wilayah Magelang.

Awalnya titik api dapat terpantau dari wilayah Tamanggung pada pukul 18.00 WIB. Namun api selanjutnya merembet ke wilayah Kaliangkrik Kabupaten Magelang pada hari selala pukul 06.00 WIB. Kebakaran tersebut terjadi di petak 2 wilayah Magelang atau pos 4 pendakian kaliangkrik.

Tim gabungan dari BPBD,Perhutani, Satpol PP & Damkar, PMI, Basecamp Pendakian dan Relawan Gabungan pun langsung siap untuk melakukan evakuasi.

Basecamp Pendakian Prampelan (Adisurya) sudah mengirimkan satu tim untuk membantu evakuasi pendaki sejak  hari Senin  10 September.

541 pendaki gunung sumbing akhirnya dapat turun dengan selamat karena bantuan tim gabungan yang langsung diterjuankan malam itu juga.

Kebakaran di gunung sumbing mengakibatkan jalur pendakian ditutup sementara. Para pendaki mengaku kecewakarena banyak pendaki yang datang dari jauh hanya untuk mendaki gunung sindoro namun gunung tersebut sedang terbakar.

Ucap salah satu pendaki, dari jalur pendakian Kaliangkring di pos 1 mereka sudah dapat melihat kebakaran. Mereka dilarang untuk melanjutkan perjalanan dan diharuskan turun menuju basecamp.

 

 

Tinggalkan komentar