Rendahnya Minat Siswa dalam Berliterasi

Membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisis, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam media cetak. Kegiatan membaca dapat dilakukan dengan membaca nyaring dan membaca dalam hati.Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras atau membaca tidak untuk diri sendiri tapi untuk orang lain juga. Sedangkan kegiatan membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan saksama yang dilakukan untuk memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis,membaca ini tidak harus keras karena tujuannya hanya untuk diri sendiri. Dengan membaca, seseorang juga dapat menambah informasi dan memperluas wawasan pengetahuan serta kebudayaan.

Faktor Rendahnya minat Remaja Berliterasi

Akan tetapi minat baca di Indonesia sangat rendah, bahkan indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara dengan remaja yang paling rendang untuk membaca. Hal ini di pengaruh internet, sedikit banyak mempengaruhi minat baca di Indonesia. Sebanyak 132,7 juta orang Indonesia pada 2016 tercatat sebagai pengguna internet menurut data Perpustakaan Nasional 86,3 juta jiwa berada di Jawa.

Faktor lain dari rendahnya minat baca remaja adalah karena banyaknya jenis hiburan, gadget, tayangan TV, tempat rekreasi, bahkan permainan anak yang makin menyita waktu anak untuk membaca.

Budaya baca yang memang sulit dikembangkan sebagai perilaku anak-anak juga menjadi faktor tersebut.

Dan faktor yang terakhir adalah karena sifat malas yang kian merajalela di kalangan anak-anak, mereka cenderung lebih tertarik pada gadget ketimbang buku, apa lagi buku pelajaran dan juga buku buku yang memiliki banyak halaman.

Padahal membaca dengan media cetak lebih baik dari pada membacanya melalui gadget. Saat kalian membaca menggunakan gadget mata akan cepat lelah, sedangkan dengan buku membuat mata agan jauh lebih baik bila dibandingin dengan membaca lewat smartphone. Dengan membaca melalui buku juga mengurangi kecanduan kita terhadap smartphon yang tak bisa ditinggal.

Lalu bagaimana meningkat minat remaja dalam berliterasi?

  1. Ciptakan kebiasaan membaca, jika kita sedang bosan menunggu bus atau saat waktu luang biasakan diri untuk membaca, dan hindrasi untuk bermain gadget.
  2. Seringlah datang ke perpus untuk mencari buku buku yang dapat menambah wawasan.
  3. Temukan buku bacaan yang tepat dan dapat menarik perhatian kalian untuk terus membacanya.
  4. Bacalah apa yang kalian suka, tanpa paksaan.
  5. Tumbuhkanlah rasa ingin tahu akan hal hal baru disekitar.
  6. Mintalah seseorang untuk merekomdasikan buku.
  7. Yakinilah bahwa membaca buku secara langsung merupakan hal yang terbaik untuk bersaing diera globalisasi.

Kenyataan saat ini remaja sangat ingin diakui melali media sosial bukan karena sebuah pencapaian.

Sementara remaja kejar gengsi,sibuk berselfie demi eksistensi.
Kepedulian hanyalah sedangkal,like dan comment di media sosial.
Buku didiamkan alam ditinggalkan, kebohongan disebarluaskan.

-Fiersa Besari

 

Tinggalkan komentar