Surga Tersembunyi di Tanah Pejawaran Banjarnegara

Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Banjarnegara yang memiliki banyak wisata alam yang masih asri. Salah satunya adalah Curug Tumpuk Telu yang terletak di kecamatan Pejawaran.

Untuk dapat sampai di curug ini, Anda bisa melalui rute dari Alun Alun kota Banjarnegara menuju Jl. Raya Karangkobar dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam 45 menit.

Rute Menuju Desa Sarwodadi

Dari Alun Alun kota Banjarnegara ke arah utara di Jl. A.Yani menuju Jl. Dipayuda setelah itu belok kiri menuju Jl. Mayjend Soetjo lalu belok kanan ke Jl. Sunan gripit, selanjutnya belok kiri ke Jl. Raya Wanayasa Karangkobar, dari arah Karangkobar menuju Jl. Raya Pejawaran ikuti jalan hingga bertemu sebuah gapura bertulis Selamat Datang di Desa Giri Tirta di kiri jalan, dari gapura tersebut masuk sekitar 2 km anda sudah sampai di desa Sarwodadi.

Namun, dari desa Sarwodadi menuju Curug Tumpuk Telu ini masih cukup jauh. Untuk menuju curug ini tidak bisa menggunakan kendaraan, karena jalan menuju curug tersebut berupa tanah licin dan juga bebatuan yang sudah ditata oleh warga sekitar.

Curug Tumpuk Telu ini terletak di desa Sarwodadi, Pejawaran, Banjarnegara.
Curug Tumpuk Telu ini terletak di desa Sarwodadi, Pejawaran, Banjarnegara.

Karena keasrian tempat ini, jarang sekali masyarakat Banjarnegara yang tahu surga tersembunyi ini. Sebelum sampai di Curug Tumpuk Telu kita dapat menikmati dua curug yang terletak di desa Sarwodadi, yaitu Curug Merawu dan Curug Genting.

Keindahan kedua Curug ini juga tidak kalah dari Curug Tumpuk Telu. Hanya saja kedua Curug ini tidak memiliki keistimewaan seperti Curug Tumpuk Telu. Karena Curug Merawu dan Genting hanya terdiri dari satu Curug saja, sedangkan seperti namanya, Curug Tumpuk Telu memiliki tiga cabang curug yang menjadi satu.

Jalan yang dilalui dari kedua curug tersebut menuju Curug Tumpuk Telu ini lumayan berbahaya, karena belum adanya jalur darat, jadi jalur yang dilalui yaitu bebatuan, hutan, sekaligus juga tebing curam di kanan kiri aliran sungai. hutan yang masih segar dan sungai yang masih jernih ini banyak ditinggali binatang  hutan seperti babi.

Alam Masih Asri, Ada Jejak Babi Hutan

Dari pengamatan saya dan kawan kawan masih banyak Babi hutan yang tinggal disana karena adanya jejak kaki Babi disekitar aliaran sungai. Saya sarankan bagi kawan kawan yang ingin berkunjung ke surganya Pejawaran ini datanglah sebelum pukul 9 pagi, karena jalur yang dilalui cukup menantang dengan tebing tebing curam yang sudah siap menjatuhkan anda ke aliran sungai yang deras.

Jika musim hujan tidak saya sarankan untuk memaksakan diri ke Curug Tumpuk telu ini, karena tiga aliran curug tersebut dapat naik sewaktu waktu. Dan untuk kalian yang ingin kesini sebaiknya mengajak warga asli pejawaran yang sudah memahami jalur yang akan dilalui.

Karena dibalik Pesona Curug Tumpuk Telu ini terdapat sebuah bahaya.

Tinggalkan komentar